Depok - Indonesia,
Galeri
Artikel Pendidikan
Berita
Buletin
Kegiatan KB-TK-SD
Kegiatan SMP
Kegiatan SMA
Pendaftaran
Pendaftaran KB
Pendaftaran TK
Pendaftaran SD
Pendaftaran SMP
Pendaftaran SMA
Galeri Photo





LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Oleh Drs. Budiyanto, M.Pd.
Para ahli pendidikan, peneliti pendidikan, peneliti tentang perkembangan anak, semuanya hampir sama dari pendapat dan hasil penelitiannya, yaitu pendidikan orangtua sangat dominan dalam membentuk karakter anak, membentuk pribadi anak, membentuk sikap anak.
Pendidikan orangtua yang dominan itu artinya bahwa sikap orangtua, perilaku orangtua, bahasa orangtua total menjadi teladan bagi anak. Banyak orangtua yang kadang lupa bahwa orangtua adalah teladan, hal ini mungkin dapat dimakhlumi karena kesibukan orangtua, tetapi apakah kesibukan orangtua itu dapat mengganti rusaknya pribadi anak, rusaknya karakter anak, rusaknya sikap anak ? kita sebagai orangtua mungkin tidak sadar mendidik anak dengan berteriak-teriak, dengan kekerasan, dengan egois dan sebagainya. Bahkan kita tanpa sadar sering memaksakan kehendak kita kepada anak.Kalau kita melihat sejarah, tentang Nabi Adam as, Nabi Nuh as, betapa sulitnya mendidik anak itu. Nabi Adam, seorang pilihan Allah ternyata gagal mendidik Khobil, apakah Nabi Adam tidak memberikan teladan kepada anak-anaknya ? kasih sayang, perhatian, dan pendidikan penuh dengan teladan telah Nabi Adam berikan kepada buah hatinya tercinta, mengapa Khobil tumbuh menjadi seorang pembunuh ? itulah sifat dasar manusia yang cenderung egois, cenderung ingin senang tanpa peraturan, ingin bebas, dan lain sebagainya. Sehingga sangat relevan kalau para Malaiakat tidak setuju dengan diciptakannya manusia sebagai khalifah di muka bumi, bahkan iblis pun menolak bersujud kepada manusia yang dianggap lebih mulia dari pada dirinya. Nabi Nuh, seorang Nabi pilihan Allah, juga gagal mendidik Kan’an, Nabi Nuh sangat sedih karena buah hatinya yang sangat dicintainya itu membangkang dan menolak bersujud kepada Allah swt. Apakah Nabi Nuh tidak memberikan teladan ? kalau kita kaji dengan dua peristiwa tersebut di atas, terdapat hikmah yang sangat luar biasa. Hikmah mendidik anak sebagai amanah Allah. Seorang Nabi yang sudah memberikan teladan dengan sikap, perilaku yang sangat baik saja gagal mendidik buah hati tercinta apalagi kita sebagai manusia biasa. Jadi rasanya sangat disayangkan kalau masih ada orangtua yang menggantikan karakter anak, menggantikan perilaku anak, menggantikan sikap anak dengan rupiah. Mencari nafkah memang perlu jika niat kita untuk keluarga, artinya niat mencari nafkah dan kerja keras kita itu, diperuntukkan bagi keluarga. Anak sangat membutuhkan perhatian, anak sangat membutuhkan kasih sayang, anak sangat membutuhkan kehangatan dari orangtua. Pernahkah kita berteriak-teriak memanggil anak di dalam rumah ? Pernahkah kita sebagai orangtua melepas kasih sayang dan perhatian kita kemudian diserahkan kepada pembantu atau oranglain sepenuhnya ? deretan panjang pertanyaan itu jawabannya ada dalam hati dan diri kita masing-masing. Mendidik anak memang amanah yang sangat berat apabila tidak disikapi dengan bijaksana. Pola asuh yang berpindah tempat juga memiliki potensi besar terhadap terbentuknya karakter, perilaku dan sikap anak. Yang penulis maksud pola asuh yang berpindah tempat adalah pendidikan rumah, pendidikan sekolah dan pendidikan lingkungan. Andaikata orangtua telah melakukan pendidikan di rumah dengan baik, apakah pendidikan di sekolah mendukung pendidikan orangtua di rumah ? atau andaikata pendidikan di sekolah itu sangat baik apakah orangtua mendukung pendidikan di sekolah dengan baik ? atau andakata pendidikan di rumah itu baik dan pendidikan di sekolah juga baik, apakah pendidikan di masyarakat, pendidikan lingkungan baik bagi anak kita ? itulah mengapa Allah memberikan hikmah melalui Nabi Adam dan Nabi Nuh tentang betapa sulitnya mendidik anak. Ketika orangtua telah mendidik anak dengan baik, maka orangtua yang baik itu, tentunya akan selalu cemas dengan pendidikan anaknya di luar rumah. Kecemasan orangtua itu sangat wajar karena pendidikan di luar rumah memang sangat mengkhawatirkan, bahkan pendidikan sekolah pun belum menjamin anak terdidik dengan baik. lihatlah betapa jahatnya seorang pendidik, jika saja yang terjadi di Medan dan tertulis di surat kabar dengan topik air mata guru itu benar. Sekolah dan pendidik yang harusnya tempat menjadikan anak manusia itu menjadi baik, jujur, berkarater kuat memiliki kepribadian yang baik justru di hancur leburkan oleh pendidikan itu sendiri. Menurut hemat penulis andaikata itu benar maka peristiwa itu adalah peristiwa kejahatan pendidikan. Bagaimana generasi ini akan membangun bangsa Indonesia tercinta ini dengan karakter yang kuat, kalau pendidikannya saja rapuh, tidak manusiawi. Belum lagi generasi anak-anak kita ini harus berhadapan dengan kondisi lingkungan yang mengerikan, seperti bullying, narkoba, tontonan yang merusak karekter anak dan lain sebagainya. Jadi kita selaku orangtua sudah saatnya berani merajut lingkungan yang telah terkoyak-koyak dengan kehancuran masa depan anak. Merebaknya narkoba karena sebagian kita sebagai elemen lingkungan masyarakat kurang perduli dengan generasi. Sehingga peluang penjahat generasi semakin leluasa ruang kerjanya dalam meracuni masa depan generasi. Saatnya juga kita berani menghancurkan penjahat generasi, dan semua ini akan terwujud jika kita mau bekerjasama dan berani membangun lingkuangan pendidikan. Peran orangtua, pendidik dan masyarakat menjadi elemen terpenting dalam mewujudkannya. Kalau pendidikan di sekolah sudah dikelola dengan baik, dan pendidikan di rumah dan dimasyarakat juga terlaksana dengan baik insya Allah generasi mendatang akan dapat membangun bangsa ini dengan baik. Janga jadikan generasi bangsa ini sebagai bahan uji coba, tetapi jadikan generasi bangsa ini sebegai penerus yang handal dengan kualitas pendidikan yang baik. Dan janganlah kita sebagai orangtua karena kebetulan tetapi kita lahir sebagai orangtua pilihan. Semoga Allah senantiasa melindungi kehidupan anak-anak kita dari kejahatan lingkungan pendidikan. Amin..,


Artikel Pendidikan

MELIHAT DARI KETINGGIAN
Oleh Budiyanto, M.Pd.
(Kepala SMA Islam Dian Didaktika )

Pendidikan, Etika dan Tatanan Kehidupan
Oleh Budiyanto, M.Pd
(Kepala SMA Islam Dian Didaktika Cinere)
LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Oleh Drs. Budiyanto, M.Pd.
Pak Mendiknas, Siapa yang Peduli Proses?
Belajar Membaca, Menulis, Menghitung
Mobilitas HorisontaL bagi Guru Bermutu
Memenjarakan Anak dengan Kebebasan

diandidaktika.sch.id
Tentang Kami | Yayasan | Informasi | Lowongan | Links
Copyright © 2005 Dian Didaktika
Creatived by Dian Didaktika