Depok - Indonesia,
Galeri
Artikel Pendidikan
Berita
Buletin
Kegiatan KB-TK-SD
Kegiatan SMP
Kegiatan SMA
Pendaftaran
Pendaftaran KB
Pendaftaran TK
Pendaftaran SD
Pendaftaran SMP
Pendaftaran SMA
Galeri Photo





MELIHAT DARI KETINGGIAN
Oleh Budiyanto, M.Pd.
(Kepala SMA Islam Dian Didaktika )

“Orang-orang besar tidak dilahirkan. Mereka ditempa, diukir, dan dipersiapkan oleh pendidikan yang baik. Salah satunya adalah orangtua mereka yang senantiasa menyemangati dengan cinta. Menggerakkan jiwa mereka untuk melakukan kerja besar yang bermakna, bukan menyibukan diri dengan kekurangan mereka dan membandingkan dengan keberpihakkan”.

Orang bijak sering mengatakan semakin tinggi tempat kita memandang akan semakin luas pandangan kita. Makna yang terkandung dalam ungkapan itu sangat jelas yaitu orang yang berpandangan luas akan melihat sesuatu pada kerangka yang luas pula. Orientasi pemikiran orang seperti ini pastilah melihat jauh kedepan, bukan berpikir jangka pendek atau berpikir hanya keuntungan sesaat. Orang-orang yang berpikir jauh ke depan adalah orang-orang pendakian yaitu orang-orang yang berani dengan resiko besar demi tujuan yang baik untuk kepentingan orang banyak, dan biasanya orang-orang yang demikian itu adalah orang-orang yang termarjinalkan. Sebaliknya orang-orang yang menghamba dan berpikir keuntungan sesaat adalah orang-orang yang biasanya hanya ingin aman untuk dirinya, tetapi justru para pecundang seperti inilah yang mendapat tempat terbaik.


Pendidikan, Etika dan Tatanan Kehidupan
Oleh Budiyanto, M.Pd
(Kepala SMA Islam Dian Didaktika Cinere)
”Makna sejati dari keagamaan bukan hanya melulu soal moralitas, tetapi moralitas yang tersentuh oleh emosi manusia, manusia adalah mahkluk spiritual yang memiliki emosi, bukan mahkluk emosional yang memiliki spiritual. Oleh karena itu kerangka emosional semestinya dibangun di atas kerangka dasar yang bersifat spiritual.” (Matthew Arnold )
Logika kita dan akal sehat kita, akan mengatakan pendidikan yang tinggi dan etika yang baik akan mempengaruhi tatanan kehidupan manusia, tetapi karena manusia dibesarkan dari lingkungan yang sangat heterogen bisa jadi logika itu menjadi tidak benar dan mungkin keliru sama sekali. Kisah klasik” Dr Jekyl and Mr. Hyde” karya Louis Stevenson yang bercerita tentang seorang dokter penolong yang juga pembunuh, adalah bukti dari tidak adanya jaminan bahwa pendidikan tinggi dan etika yang baik itu, mempengaruhi tatanan kehidupan manusia.

LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Oleh Drs. Budiyanto, M.Pd.
Para ahli pendidikan, peneliti pendidikan, peneliti tentang perkembangan anak, semuanya hampir sama dari pendapat dan hasil penelitiannya, yaitu pendidikan orangtua sangat dominan dalam membentuk karakter anak, membentuk pribadi anak, membentuk sikap anak.
Pendidikan orangtua yang dominan itu artinya bahwa sikap orangtua, perilaku orangtua, bahasa orangtua total menjadi teladan bagi anak. Banyak orangtua yang kadang lupa bahwa orangtua adalah teladan, hal ini mungkin dapat dimakhlumi karena kesibukan orangtua, tetapi apakah kesibukan orangtua itu dapat mengganti rusaknya pribadi anak, rusaknya karakter anak, rusaknya sikap anak ? kita sebagai orangtua mungkin tidak sadar mendidik anak dengan berteriak-teriak, dengan kekerasan, dengan egois dan sebagainya. Bahkan kita tanpa sadar sering memaksakan kehendak kita kepada anak.

Pak Mendiknas, Siapa yang Peduli Proses?
DENGAN melihat ketentuan bahwa seorang peserta ujian akhir nasional lulus bila nilai (baca: angka) hasil UAN-nya tidak kurang dari 4,01, maka pertanyaannya adalah: siapa peduli terhadap proses pendidikan di Indonesia? TIDAK ada lagi yang perlu menjadi
pertimbangan dalam kelulusan selain "angka" yang diperoleh siswa dalam ujian. Oleh karena itu, tidak penting lagi sesungguhnya kita mewacanakan karakteristik siswa dengan segala keunikannya saat proses pembelajaran berlangsung di kelas, kecerdasan emosional, life skill dan semua hal yang hanya tampak dalam proses belajar sehari-hari. Karena, semua itu tidak termasuk sebagai indikator keberhasilan siswa (?).

Belajar Membaca, Menulis, Menghitung
Media Indonesia, Sabtu, 27 November 2004. ANAK-anak TK itu belajar membaca, menulis, menghitung. Itulah pelajaran pertama yang wajib diberikan guru kepada anak-anak TK (taman kanak-kanak). Selebihnya adalah bermain. Bermain menjadi penting bagi anak-anak itu supaya mereka belajar di dalam keadaan yang menyenangkan.
Keadaan yang menyenangkan di waktu belajar dapat mendorong anak-anak TK untuk mampu mengekspresikan apa-apa yang ada di dalam hati dan pikiran mereka. Pelajaran membaca, menulis, dan menghitung tidak menjadi beban bagi anak-anak TK karena suasana belajar yang menyenangkan itu. Begitulah penjelasan seorang guru TK.
Bu guru TK itu melanjutkan bahwa suasana bermain itu perlu tampak pada waktu memberikan pelajaran kepada anak-anak itu cara duduk yang benar, cara menggosok gigi yang benar, cara memegang pensil, cara makan yang benar, cara minum, cara membuang hajat di dalam WC, cara berkata-kata yang benar. Bahkan di dalam pendidikan Islam, anak-anak berdoa ketika hujan datang.


- Halaman : 1 2
 
Artikel Pendidikan

MELIHAT DARI KETINGGIAN
Oleh Budiyanto, M.Pd.
(Kepala SMA Islam Dian Didaktika )

Pendidikan, Etika dan Tatanan Kehidupan
Oleh Budiyanto, M.Pd
(Kepala SMA Islam Dian Didaktika Cinere)
LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Oleh Drs. Budiyanto, M.Pd.
Pak Mendiknas, Siapa yang Peduli Proses?
Belajar Membaca, Menulis, Menghitung
Mobilitas HorisontaL bagi Guru Bermutu
Memenjarakan Anak dengan Kebebasan

diandidaktika.sch.id
Tentang Kami | Yayasan | Informasi | Lowongan | Links
Copyright © 2005 Dian Didaktika
Creatived by Dian Didaktika